Tuesday, 23 December 2014

Makanan Untuk Anak Penderita Diabetes


Makanan untuk anak penderita diabetes. Pada banyak keluarga, waktu makan bisa menjadi medan pertempuran. Satu-satunya cara agar Anda dapat menang adalah dengan tetap mengendalikan situasi.  Biasanya, ketika anak-anak memulai tahap ini (pada usia 10-18 bulan), mereka tidak suka diperintah untuk meninggalkan meja makan. Mereka seringkali kembali makan daripada sendirian dan lapar.


Pertempuran saat makan bahkan lebih sulit bagi orangtua dari anak yang menderita diabetes. Namun, Anda harus tetap dalam kendali. Usahakan untuk mempertahankan pendekatan terhadap makanan secara santai dan mengalihkan perhatiannya dari mainan, musik, atau cerita yang tidak berhubungan dengan makanan. Jika pendekatan santai gagal dan ia menolak untuk makan dengan benar, Anda mungkin harus beristirahat dan mempersilakannya pergi dari meja makan sampai akhirnya ia menyerah karena lapar. Jika Anda cemas anak akan mengalami hipo, tunggu sampai Anda mengetahui makanan yang ia makan sebelum memutuskan jumlah insulin yang akan diberikan. Bersiaplah untuk mengubah jenis karbohidrat jika ia dengan konsisten menolak makanan yang direkomendasikan oleh dokter spesialis diabetes. Roti, kentang, biskuit, jus buah, dan es krim dapat ditawarkan sebagai alternatif pilihan.
Yuk, simak 10 makanan super berikut ini yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah :
1. Minyak zaitun : minyak zaitun sarat akan lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan, seperti asam oleat. Lemak ‘baik’ mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan membantu menjaga gula darah stabil dengan mengurangi resistensi insulin.
2. Gandum utuh : gandum utuh adalah makanan yang kaya serat dan nutrisi seperti magnesium, chromium, folat, dan asam lemak omega-3. Studi menunjukkan bahwa pola makan kaya gandum utuh dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
3. Susu bebas lemak dan yogurt : makanan ini tidak hanya sarat protein, tetapi juga kaya kalsium, yang membantu dalam penurunan berat badan. Orang yang mengonsumsinya secara teratur cenderung menjadi resisten insulin.
4. Kacang-kacangan : kacang mengandung lemak ‘baik’ yang tidak hanya membantu melawan penyakit jantung, tetapi juga membantu mengurangi resistensi insulin. Kacang juga kaya serat, magnesium, dan vitamin E.
5. Buncis : buncis adalah sumber serat yang baik dan kaya nutrisi. Sayuran ini memperlancar pencernaan dan menjaga tingkat gula darah setelah makan.
6. Ikan : ikan berlemak seperti salmon, tuna albacore, mackerel, halibut, dan ikan hering kaya akan asam lemak omega-3. Ikan membantu memperlancar arteri dan meningkatkan level trigliserida dan HDL pada penderita diabetes. Tapi ingat, jangan digoreng ya.
7. Dada ayam : makanan ini rendah lemak jenuh dan kalori. Setiap porsi dada ayam 3-ons tanpa kulit memiliki kandungan 142 kalori dan 3 gram lemak. Yang ini juga jangan dimasak goreng ya.
8. Buah berry: buah-buahan ini kaya antioksidan, vitamin, dan serat. Anthocyanin telah terbukti menghambat pertumbuhan sel kanker, mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.
9. Jeruk : buah jeruk merupakan sumber yang kaya vitamin C yang bisa membantu menjaga jantung Anda dalam kondisi baik. Makanlah dalam bentuk buah utuh, bukan jus, karena lebih mampu dalam memperlambat penyerapan gula.
10. Sayuran berdaun hijau : sayuran jenis ini kaya akan nutrisi, rendah karbohidrat dan kalori. Studi menunjukkan bahwa sayuran berdaun hijau mampu menurunkan risiko diabetes tipe-2.